Bagaimanapun Juga Kartu AS Pilihan Terbaikku

August 7, 2007

Beberapa hari ini aku pake kartu IM3. Sering juga aku ganti pake Mentari khusus pada hari Jum’at, Sabtu, dan Minggu setelah diberi tahu temanku bahwa nelpon dengan Mentari untuk nomor Indonsat yang didaftarkan ternyata murah banget. Hehe baru tahu nih aku.

Dulu aku membangga-banggakan nomor Simpati. Apa gerngan alasannya? Karena bisa juga dipake nelpon murah sesama nomor Telkomsel. Bayangkan saja pada jam 23:00-06:59, tarifnya hanya 150rp/30detik. Kebetulan adikku yang ada di rumah pake Simpati sehingga klop kalau mau telpon-telponan jadi lebih irit. Karena tidak tahan dengan tarifnya yang menurutku mahal akhirnya aku memakai AS.

Sebenarnya aku puas dengan fitur yang dimiliki kartu AS. SMS lebih irit baik kepada sesama operator maupun ke operator lain. Alasan lainnya adalah karena tarif bicara yang dihitung benar-benar per detik. Sehingga kita tidak akan rugi kalau cuma nelpon teman dan cuma mau ngomong “hai kamu di mana? Aku di kosmu sekarang”, “Ya aku di warung tunggu sbentar ya” yang hanya memakan waktu sekitar 5 detik saja. Bandingkan jika memakau kartu lain, pembicaraan akan dihitung per 30 detik dan kita rugi tarif 25 detiknya. Selain itu kartu AS untuk miscol-miscolan juga enak, alasannya sama. Kalau ternyata baik dengan terpaksa atau tidak panggilan kita diangkat biaya yang keluar tidak banyak. Mungkin satu-satunya kekurangan kartu AS adalah isi ulangnya yang mahal.

Kartu SIMPATI. Enak kalau dipake nelpon sesama pengguna Telkomsel antara jam 23:00 hingga 06:59, jam dengan interval ini disebut off peak. Tarifnya murah sebagaimana aku sebutkan tadi, 150rp/30dt. Untuk SMS jika malam hari juga lebih murah. Aku tidak tahu sekarang pastinya, sebab sekarang tidak pake Simpati lagi kecuali untuk keperluan nelpon adikku di rumah.

Wah aku ngantuuk banget. Baru tidur 3 jam. Tidur tadi jam 00 sampai jam 03. Tidur dulu ah waaaaah…………