<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nglithis &#187; Cinta</title>
	<atom:link href="http://nglithis.wordpress.com/category/cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nglithis.wordpress.com</link>
	<description>ngGremet wae tangane</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Mar 2008 10:43:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nglithis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a850f751e9b4c91f6226fba49cc3dfac?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nglithis &#187; Cinta</title>
		<link>http://nglithis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nglithis.wordpress.com/osd.xml" title="Nglithis" />
		<item>
		<title>Piring Kayu &amp; Gelas Bambu</title>
		<link>http://nglithis.wordpress.com/2008/03/10/piring-kayu-gelas-bambu/</link>
		<comments>http://nglithis.wordpress.com/2008/03/10/piring-kayu-gelas-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 10:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>busro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nglithis.wordpress.com/2008/03/10/piring-kayu-gelas-bambu/</guid>
		<description><![CDATA[SEORANG lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina, serta cucunya, Viva yang baru berusia enam tahun.
 Keadaan lelaki tua itu sudah uzur, jari-jemarinya senantiasa gemetar dan pandangannya semakin hari semakin buram.
Malam pertama pindah ke rumah anaknya, mereka makan malam bersama. Lelaki tua itu merasa kurang nyaman menikmati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=31&subd=nglithis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SEORANG lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina, serta cucunya, Viva yang baru berusia enam tahun.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Keadaan lelaki tua itu sudah uzur, jari-jemarinya senantiasa gemetar dan pandangannya semakin hari semakin buram.</p>
<p>Malam pertama pindah ke rumah anaknya, mereka makan malam bersama. Lelaki tua itu merasa kurang nyaman menikmati hidangan di meja makan. Dia merasa amat canggung menggunakan sendok dan garpu.<br />
Selama ini dia gemar bersila, tapi di rumah anaknya dia tiada pilihan. Cukup sukar dirasakannya, sehingga seringkali makanan tersebut tumpah. Sebenarnya dia merasa malu seperti itu di depan anak menantu, tetapi dia gagal menahannya.<br />
Oleh karena kerap sekali dilirik menantu, selera makannyapun hilang. Dan tatkala dia memegang gelas minuman, pegangannya terlepas. Praaaaaannnnngggggg!! Bertaburanlah serpihan gelas di lantai.</p>
<p>Pak tua menjadi serba salah. Dia bangun, mencoba memungut serpihan gelas itu, tapi Arwan melarangnya. Rina cemberut, mukanya masam. Viva merasa kasihan melihat kakeknya, tapi dia hanya dapat melihat untuk kemudian meneruskan makannya.<br />
&#8220;Esok ayah tak boleh makan bersama kita,&#8221; Viva mendengar ibunya berkata pada kakeknya, ketika kakeknya beranjak masuk ke dalam kamar. Arwan hanya membisu. Sempat anak kecil itu memandang tajam ke dalam mata ayahnya.</p>
<p>Demi memenuhi tuntutan Rina, Arwan membelikan sebuah meja kecil yang rendah, lalu diletakkan di sudut ruang makan. Di situlah ayahnya menikmati hidangan sendirian, sedangkan anak menantunya makan di meja makan. Viva juga dilarang apabila dia merengek ingin makan bersama kakeknya. Air mata lelaki tua meleleh mengenang nasibnya diperlakukan demikian. Ketika itu dia teringat kampung halaman yang ditinggalkan.<br />
Dia terkenang arwah isterinya. Lalu perlahan-lahan dia berbisik: &#8220;Miah&#8230; buruk benar layanan anak kita pada abang.&#8221;</p>
<p>Sejak itu, lelaki tua merasa tidak betah tinggal di situ. Setiap hari dia dihardik karena menumpahkan sisa makanan. Dia diperlakukan seperti budak. Pernah dia terpikir untuk lari dari situ, tetapi begitu dia teringat cucunya, dia pun menahan diri. Dia tidak mau melukai hati cucunya. Biarlah dia menahan diri dicaci dan dihina anak menantu.</p>
<p>Suatu malam, Viva terperanjat melihat kakeknya makan menggunakan piring kayu, begitu juga gelas minuman yang dibuat dari bambu. Dia mencoba mengingat-ingat, di manakah dia pernah melihat piring seperti itu. &#8220;Oh! Ya&#8230;&#8221; bisiknya.<br />
Viva teringat, semasa berkunjung ke rumah sahabat papanya dia melihat tuan rumah itu memberi makan kucing-kucing mereka menggunakan piring yang sama!<br />
&#8220;Tak akan ada lagi yang pecah, kalau tidak begitu, nanti habis piring dan mangkuk ibu,&#8221; kata Rina apabila anaknya bertanya.</p>
<p>Waktu terus berlalu. Walaupun makanan berserakan setiap kali<br />
waktu makan, tiada lagi piring atau gelas yang pecah. Apabila Viva memandang kakeknya yang sedang menyuap makanan, kedua-duanya hanya berbalas senyum.</p>
<p>Seminggu kemudian, sewaktu pulang bekerja, Arwan dan Rina terperanjat melihat anak mereka sedang bermain dengan kepingan-kepingan kayu. Viva seperti sedang membuat sesuatu. Ada palu, gergaji dan pisau di sisinya. &#8220;Sedang membuat apa sayang? Berbahaya main benda-benda seperti ini,&#8221; kata Arwan menegur manja anaknya. Dia sedikit heran bagaimana anaknya dapat mengeluarkan peralatan itu, padahal ia menyimpannya di dalam gudang.</p>
<p>&#8220;Mau bikin piring, mangkuk dan gelas untuk Ayah dan Ibu. Bila Viva besar nanti, supaya tak susah mencarinya, tak usah ke pasar beli piring seperti untuk Kakek,&#8221; kata Viva.</p>
<p>Begitu mendengar jawaban anaknya, Arwan terkejut. Perasaan<br />
Rina terusik. Kelopak mata kedua-duanya basah. Jawaban Viva menusuk seluruh jantung, terasa seperti diiiris pisau.<br />
Mereka tersentak, selama ini mereka telah berbuat salah !</p>
<p>Malam itu Arwan menuntun tangan ayahnya ke meja makan. Rina menyendokkan nasi dan menuangkan minuman ke dalam gelas. Nasi<br />
yang tumpah tidak dihiraukan lagi. Viva beberapa kali memandang ibunya, kemudian ayah dan terakhir wajah kakeknya.<br />
Dia tidak bertanya, cuma tersenyum saja, bahagia dapat duduk<br />
bersebelahan lagi dengan kakeknya di meja makan. Lelaki tua itu juga tidak tahu kenapa anak menantunya tiba-tiba berubah.</p>
<p>&#8220;Esok Viva mau buang piring kayu dan gelas bambu itu&#8221; kata Viva pada ayahnya setelah selesai makan. Arwan hanya mengangguk, tetapi dadanya masih terasa sesak.</p>
<p><b>-* MORAL OF THE STORY *- </b><br />
Hargailah kasih sayang kedua orang tua kita. Bapak Ibu kita hanya satu, setelah meninggal tidak akan ada pengganti.<br />
Jadi, berbaktilah kepada mereka selagi hidup !</span></p>
<p>___________</p>
<p>Disalin dari milis</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nglithis.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nglithis.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nglithis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nglithis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nglithis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nglithis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nglithis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nglithis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nglithis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nglithis.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nglithis.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nglithis.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=31&subd=nglithis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nglithis.wordpress.com/2008/03/10/piring-kayu-gelas-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ffcaf06756d0fef660af95d76e4c8cd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">busro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HATI SEORANG AYAH</title>
		<link>http://nglithis.wordpress.com/2008/03/07/hati-seorang-ayah/</link>
		<comments>http://nglithis.wordpress.com/2008/03/07/hati-seorang-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 09:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>buser</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nglithis.wordpress.com/2008/03/07/hati-seorang-ayah/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?&#8221; Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : &#8220;Sebab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=30&subd=nglithis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada<br />
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap<br />
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-<br />
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya<br />
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan<br />
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?&#8221; Demikian pertanyaannya,<br />
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
Ayahnya menjawab : &#8220;Sebab aku Laki-laki.&#8221; Itulah jawaban<br />
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : &#8221; Aku tidak mengerti.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa<br />
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak<br />
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya<br />
mengatakan : &#8220;Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.&#8221;<br />
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri<br />
Ibunya lalu bertanya :&#8221;Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut<br />
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi<br />
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
Ibunya menjawab: &#8220;Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar<br />
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.&#8221;<br />
Hanya itu jawaban Sang Bunda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi<br />
dia tetap saja penasaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi<br />
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas<br />
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu<br />
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin<br />
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia<br />
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa<br />
aman teduh dan terlindungi. &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Ku-ciptakan bahunya yang kekar &amp; berotot untuk membanting<br />
tulang menghidupi seluruh keluarganya &amp; kegagahannya harus cukup<br />
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari<br />
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal<br />
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali<br />
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Kuberikan Keperkasaan &amp; mental baja yang akan membuat<br />
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya<br />
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya<br />
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia<br />
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya &amp; yang selalu<br />
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan<br />
mengharapkan hasil dari jerih payahnya.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan<br />
membuat dirinya selalu berusaha merawat &amp; membimbing keluarganya<br />
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya<br />
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang<br />
demi mencintai &amp; mengasihi keluarganya, didalam kondisi &amp; situasi<br />
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai<br />
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah<br />
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya<br />
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan<br />
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar<br />
selalu saling menyayangi &amp; mengasihi sesama saudara.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Ku-berikan kebijaksanaan &amp; kemampuan padanya untuk<br />
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &amp;<br />
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap<br />
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &amp;<br />
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,<br />
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap<br />
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,<br />
sejajar &amp; saling melengkapi serta saling menyayangi.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-<br />
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &amp;<br />
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia<br />
&amp; BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai<br />
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,<br />
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap<br />
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup<br />
keluarganya. &#8220;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
&#8220;Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai<br />
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan<br />
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh<br />
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di<br />
Dunia &amp; Akhirat.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><br />
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut<br />
&amp; berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik<br />
Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu<br />
merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">&#8221; AKU MENDENGAR &amp; MERASAKAN BEBANMU, AYAH.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang<br />
begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah&#8230;<br />
With Love to All Father</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">&#8220;. Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang<br />
terbaik untuknya&#8230;. &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;..</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah<br />
yang terbaik buat keluarga kita&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">____________</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Disalin dari sebuah forum</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nglithis.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nglithis.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nglithis.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nglithis.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nglithis.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nglithis.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nglithis.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nglithis.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nglithis.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nglithis.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nglithis.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nglithis.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=30&subd=nglithis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nglithis.wordpress.com/2008/03/07/hati-seorang-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a236cb7f3e545813db2c3779d63d25ee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">buser</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta bagaikan menunggu bus</title>
		<link>http://nglithis.wordpress.com/2008/02/16/cinta-bagaikan-menunggu-bus/</link>
		<comments>http://nglithis.wordpress.com/2008/02/16/cinta-bagaikan-menunggu-bus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 16:48:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>busro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nglithis.wordpress.com/2008/03/08/cinta-bagaikan-menunggu-bus/</guid>
		<description><![CDATA[

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu bilang, &#8220;Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh ! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.&#8221;

 Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, &#8220;Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..&#8221;
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=27&subd=nglithis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<hr align="center" noshade="noshade" size="1" width="100%" />
<div align="left">Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu bilang, &#8220;Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh ! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.&#8221;</div>
</div>
<p class="MsoNormal"> Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, &#8220;Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..&#8221;</p>
<p>Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.</p>
<p>Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, &#8220;Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku&#8221;. Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.</p>
<p>Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.</p>
<p>Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju ! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.</p>
<p>Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar &#8216;ideal&#8217; untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.</p>
<p>Tidak ada salahnya memiliki &#8216;persyaratan&#8217; untuk &#8216;calon&#8217;, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.</p>
<p>Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak &#8216;Kiri&#8217; ! dan keluar dengan sopan.</p>
<p>Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.</p>
<p>Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.</p>
<p>Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?</p>
<p class="MsoNormal">__________________</p>
<p class="MsoNormal">Dikopy dari milis</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nglithis.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nglithis.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nglithis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nglithis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nglithis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nglithis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nglithis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nglithis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nglithis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nglithis.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nglithis.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nglithis.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=27&subd=nglithis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nglithis.wordpress.com/2008/02/16/cinta-bagaikan-menunggu-bus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ffcaf06756d0fef660af95d76e4c8cd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">busro</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih penting dari hadiah</title>
		<link>http://nglithis.wordpress.com/2007/12/28/lebih-penting-dari-hadiah/</link>
		<comments>http://nglithis.wordpress.com/2007/12/28/lebih-penting-dari-hadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 16:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>busro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nglithis.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[

Seorang laki-laki pergi ke luar negeri untuk bekerja dan meninggalkan gadis tunangannya tersedu-sedu.

 &#8220;Jangan khawatir, aku akan menulis surat untukmu setiap hari&#8221;, katanya.
Selama bertahun-tahun laki-laki itu memang menulis surat untuk tunangannya. Tetapi karena dia senang dengan pekerjaannya, dia tidak merencanakan untuk pulang dalam waktu dekat.
Suatu hari, dia menerima undangan pernikahan. Ternyata kekasihnya akan segera menikah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=28&subd=nglithis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">
<hr align="center" noshade="noshade" size="1" width="100%" />
<div align="left">Seorang laki-laki pergi ke luar negeri untuk bekerja dan meninggalkan gadis tunangannya tersedu-sedu.</div>
</div>
<p class="MsoNormal"> &#8220;Jangan khawatir, aku akan menulis surat untukmu setiap hari&#8221;, katanya.</p>
<p>Selama bertahun-tahun laki-laki itu memang menulis surat untuk tunangannya. Tetapi karena dia senang dengan pekerjaannya, dia tidak merencanakan untuk pulang dalam waktu dekat.</p>
<p>Suatu hari, dia menerima undangan pernikahan. Ternyata kekasihnya akan segera menikah. Dengan siapa? Dengan tukang pos yang tiap hari mengantar surat yang dia tulis. Jarak pemisah telah membuat hati berubah.</p>
<p>Lelaki malang itu merenung, &#8220;Lho, apa salahku. Aku mengiriminya surat-surat, coklat, dan bahkan bunga-bunga&#8221;.</p>
<p>Ketika dalam suatu hubungan terjadi masalah, daftar barang-barang yang telah diberikan atau hal-hal yang telah dilakukan untuk seseorang, akan tiba-tiba muncul untuk dipermasalahkan. Kita akan berkata &#8220;Saya telah memberimu ini dan itu&#8230; Saya telah melakukan semuanya demi kamu&#8221;. Tampaknya cinta dapat dibuktikan secara mudah hanya dengan pemberian hadiah-hadiah dan perbuatan baik.</p>
<p>Namun, walaupun hadiah-hadiah itu penting juga, cinta memerlukan hal yang mendasar: <b>KEHADIRAN.</b> Kehadiran sang kekasih, kehadiran orang yang dicintai. Pengamatan saya terhadap anggrek ibu saya dapat dijadikan contoh. Saat ibu saya pergi agak lama, bunga-bunga itu tampak tak subur dan banyak diantaranya yang layu. Tapi saat ia kembali hadir, bunga-bunga itu mekar dengan indahnya. Padahal ibu saya tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Ia hanya memberikan banyak waktunya untuk berbicara dan merawat mereka.</p>
<p>Saya kira, <b>orang lebih memerlukan kehadiran perhatian dan kepedulian</b>. Cinta secara fundamental adalah sebuah komitmen terhadap seseorang. Kita dapat mempunyai komitmen terhadap bisnis, pekerjaan, hobi, olahraga, maupun keanggotaan di klub, tetapi dapat dikatakan dengan tegas: semua itu tidak dapat mencintai kita. Hanya orang lain yang dapat membalas cinta kita, dan untuk itu, komitmen tertinggi sebagai manusia adalah memberikan waktu kita dengan orang yang kita cintai. Dan karena manusia memerlukan kasih sayang dan makanan, hadiah-hadiah material hanya dapat &#8211; secara terbatas &#8211; membantu untuk mengembangkan cinta. Tapi itu semua tidak dapat menggantikan kehadiran pribadi, yang merupakan hadiah terbesar!</p>
<p>Martha sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia yakin harus bekerja keras, karena ia mencintai ayahnya yang sedang sakit kanker. Dia harus membeli obat-oabatan yang mahal. Saudara-saudaranya yang lain tetap tinggal dengan ayah mereka hampir setiap saat. Mereka memandikannya, bernyanyi untuknya, menyuapi makan, ataupun sekedar menemani sang ayah</p>
<p>Suatu hari Martha sakit hati. Dia mendengar sang ayah berkata kepada ibunya, &#8220;Semua anak-anak kita mencintaiku kecuali Martha&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimana mungkin?&#8221;, pikir Martha. &#8220;Bukankah aku yang bekerja mati-matian untuk mendapatkan uang guna membeli semua obat-obatan? Saudara-saudaraku bahkan tidak berbagi sebesar yang aku berikan&#8221;.</p>
<p>Suatu hari, Martha pulang larut malam seperti biasanya. Dia mengintip untuk pertama kalinya, ke dalam kamar di mana ayahnya berbaring. Dia melihat ayahnya masih terjaga, maka dia memutuskan untuk datang mendekat di samping tempat tidur ayahnya.</p>
<p>Ayahnya memegang kedua tangan Martha dan berkata, &#8220;Aku merindukanmu. Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi. Tinggalah dan temani aku&#8221;.</p>
<p>Dan itu yang ia lakukan, semalaman ia tinggal menemani ayahnya, berpegang, menggenggam tangannya.</p>
<p>Pagi harinya martha berkata pada semua orang, &#8220;Aku mengambil cuti. Aku ingin menemani Ayah. Mulai saat ini aku akan memandikan dan bernyanyi untuknya&#8221;.</p>
<p>Sebuah senyum bahagia muncul menghias wajah ayahnya. Kali ini ia tahu Martha mencintainya.</p>
<p><b><i>Seorang anak kecil memerlukan kehadiran orang-orang yang kita cintai. Orang dewasapun memerlukannya.</i></b></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">&#8220;kita berusaha untuk mempertahankan diri kita, agar kita bisa menyerahkan diri kita kepada orang yg istimewa, yang kita tunggu2, tetapi ketika orang yang istimewa itu tidak seistimewa yang kita sadari dan yang kita harapkan , itu berarti kita diberikan sesuatu yang special, yang hanya kita yang bisa menerimanya dengan sepenuh hati dan hanya kita yang bisa menghargainya dengan segenap jiwa dan raga&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nglithis.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nglithis.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nglithis.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nglithis.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nglithis.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nglithis.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nglithis.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nglithis.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nglithis.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nglithis.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nglithis.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nglithis.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nglithis.wordpress.com&blog=1192532&post=28&subd=nglithis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nglithis.wordpress.com/2007/12/28/lebih-penting-dari-hadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ffcaf06756d0fef660af95d76e4c8cd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">busro</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>