Kabut di Pagi Ini

August 6, 2007

Di pagi ini udara berkabut lagi. Saat berangkat subuh tadi, belum begitu tebalnya. Hanya selang beberapa menit, sekitar 20 menit kemudian, tebalnya sudah mencapai hingga dua kali lipatnya lebih. Bagi aku yang mengidap ashma, menghirup udara berkabut sama tidak nyamannya dengan menghirup udara berdebu atau berasap.

Udara berkabut merupakan salah satu fenomena alam. Kabut adalah uap air yang berkondensasi menjadi butiran-butiran kecil air. Butiran-butiran kecil air tersebut melayang-layang di udara di dekat permukaan bumi. Saking banyaknya butiran-butiran air itu hingga terlihat dan memperpendek jarak pandang kita.

Umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh uap air mendingin di bawah titik bekunya. Ketika suhu udara turun sedangkan jumlah uap air yang terkandung dalam udara di atas batas jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air itu akan berkondensasi menjadi butiran-butiran air tersebut. Kabut akan hilang dengan sendirinya ketika suhu meningkat dan kandungan uap air di udara menurun. Kenapa disebutkan umumnya? Karena tidak semua kabut terbentuk karena proses ini. Kabut asap misalnya.

Kabut memang mirip awan, jikalau awan berada jauh di atas permukaan tanah, maka kabut terjadi dekat permukaan tanah. Jadi kita bisa bayangkan, bagaimana berjalan-jalan seolah-olah di selimuti awan, dengan berjalan-jalan di tengah udara berkabut dipagi hari.

Kabut biasanya terjadi di daerah dingin, atau dataran tinggi. Nah itu biasanya. Tapi kenapa berbeda dengan kenyataan yang ada di Jember (Jember kota) ini? Padahal Jember termasuk kota yang panas seperti daerah dataran rendah lainnya? Bagaimana bisa terjadi?

Di musim kemarau umumnya langit kita tidak tertutup awan, baik di siang hari maupun di malam hari. Awan-awan itu selain membawa uap air sebenarnya juga berfungsi sebagai selimut bagi bumi kita. Jika kita perhatikan, maka kita akan merasakan bahwa di musim kemarau umumnya suhu udara lebih rendah dibanding musim hujan. Karena itu biasanya sholat shubuh akan dirasakan berat karena kita kedinginan di pagi hari itu, dan males untuk mengambil air wudhu, walaupun juga perasaan ini akan menjangkit di musim hujan karena alasan jalanan becek. He he.

Ketika langit tertutup awan, maka pasa bumi yang diperoleh dari terpaan sinar matahari akan dipantulkan ke atas dan mengenai awan tersebut. Kemudian awan juga akan memantulkan panas itu lagi ke bawah. Karena proses ini, udara di bumi terjaga suhunya, dan jika malam hari tidak terlalu ekstrim dinginnya, bahkan kadang-kadang kita akan merasa gerah karenanya. So kipas angin dihidupkan, eh yang punya AC pasti juga pake AC

Berbeda dengan musim kemarau. Ketika langit tidak tertutup awan, panas bumi yang didapat dari sinar matahari dalam sehari akan dipantulkan lagi ke atas. Karena tidak ada yang menghalangi maka panas itu tidak ada yang mengembalikannya lagi ke bumi. Sehingga suhu udara di bumi akan terasa lebih dingin jika di malam hari. Apalagi waktu subuh. Ujian bagi umat muslim. Hal ini dapat dibayangkan jika kita tidur dengan memakai selimut dan tidak.

Nah sekian dulu tulisan ini. Pagi sudah tidak buta lagi. Jadi kabutnya sudah hilang.

Diracik dari:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensasi, http://id.wikipedia.org/wiki/Kabut, Bagaimana kabut terbentuk?


Tentang pH Tanah

April 24, 2007

pH adalah tingakat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga di sebut sebagai alkaline) dengan nilai pH 7 – 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7.

Pentingnya pH tanah

pH tanah atau tepatnya pH larutan tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Potassium/kalium (K), dan Pospor (P) dimana tanaman membutuhkan dalam jumlah tertentu untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan terhadap penyakit.

Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0.

Beberapa bakteri membantu tanaman mendapatkan N dengan mengubah N di atmosfer menjadi bentuk N yang dapat digunakan oleh tanaman. Bakteri ini hidup di dalam nodule akar tanaman legume (seperti alfalfa dan kedelai) dan berfungsi secara baik bilamana tanaman dimana bakteri tersebut hidup tumbuh pada tanah dengan kisaran pH yang sesuai.

Sebagai contoh, alfalfa tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 6,2 hingga 7,8; sementara itu kedelai tumbuh dengan baik pada tanah dengan kisaran pH 6,0 hingga 7,0. Kacang tanah tumbh dengan baik pada tanah dengan pH 5,3 hingga 6,6. Banyak tanaman termasuk sayuran, bunga dan semak-semak serta buah-buahan tergantung dengan pH dan ketersediaan tanah yang mengandung nutrisi yang cukup.

Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.

Herbisida, pestisida, fungsisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit tanaman juga dapat meracuni tanaman itu sendiri. Mengetahui pH tanah, apakah masam atau basa adalah sangat penting karena jika tanah terlalu masam oleh karena penggunaan pestisida, herbbisida, dan fungisida tidak akan terabsorbsi dan justru akan meracuni air tanah serta air-air pada aliran permukaan dimana hal ini akan menyebabkan polusi pada sungai, danau, dan air tanah.

Terjemahan bebas dari: About Soil pH

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang faktor pH dan aktivitas-aktivitas menyenangkan yang berhubungan dengan ph silahkan kunjungi Miami Museum of Science web site